Langsung ke konten utama

Monumen Seroja-Cilangkap



Timor-Timur memang sudah lama berpisah dari Indonesia walaupun sekarang sudah menjadi sebuah Negara berdaulat dengan nama Timor Leste, namun sisa-sisa kenangan masa lalu tentang wilayah ini tidak akan pernah terlupakan begitu saja. Banyak kejadian dan peristiwa yang terekam selama hampir 24 tahun wilayah ini menjadi bagian dari Provinsi ke-27 Republik Indonesia. Kenangan yang paling membekas tentunya dirasakan oleh para veteran Seroja yang pernah berjuang di Timor-Timur. Perjuangan mereka seolah-olah sia-sia karena wilayah yang dahulu mereka perjuangkan dengan keringat dan darah harus berpisah begitu saja karena masalah politik. Tidak sedikit dari mereka yang terluka dan cacat bahkan gugur dalam tugas mulia menjaga kedaulatan Indonesia di wilayah tersebut.

Monumen Seroja tampak dari depan
Kini setelah Timor-Timur berpisah dari wilayah Republik Indonesia, pemerintah membangun sebuah monumen yang ditujukan untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang gugur dalam tugas di Timor-Timur serta bagi mereka para veteran Seroja yang masih tersisa hingga saat ini. Monumen yang dibangun pada tahun 2001 pada masa pemerintahan Presiden Megawati Sukarnoputri ini dinamakan Monumen Seroja yang berlokasi di area Mabes TNI Cilangkap-Jakarta. 
Nama pejuang Seoja yang gugur pada tahun 1975
Monumen Seroja dibangun di atas areal tanah seluas 126×92,5m2 dan berbentuk setengah lingkaran yang terdiri dari dua buah bangunan perenungan, yakni Perenungan Awal dan Perenungan Akhir, masing-masing berukuran 6x6m2. Panel berbentuk bendera sejumlah 23 buah, yang berisi diorama perjuangan masa intergrasi dari tahun 1975-1999. Sedangkan di bagian bawah diorama berisi nama-nama prajurit ABRI beserta pendukungnya yang gugur dari tahun 1975-1999. Terdapat pula kolam Seroja berupa sebuah kolam air mancur yang berbentuk kelopak bunga seroja yang ditengah-tengahnya terdapat tugu. 
Pernyataan Presiden Suharto terhadap Integrasi Timor-Timur (Terdapat di bagian perenungan awal)
Untuk berkunjung ke monumen ini tidaklah sulit karena letaknya yang berada di sekitar pintu utama Mabes TNI. Tidak jauh dari lokasi Monumen Seroja terdapat juga Monumen Trikora dan Monumen Perjuangan Mempertahankan NKRI serta Monumen Dwikora. 
Diorama dan nama pejuang Seroja yang gugur


Maket Monumen Seroja

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Ksatria Lembah Tidar yang gugur di Timor-Timur

Ketika masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Timor-Timur merupakan provinsi temuda atau Provinsi ke-27 NKRI. Namun selama hampir 23 tahun bergabung dengan Indonesia, provinsi ini selalu bergejolak dengan munculnya gerakan perlawanan yang oleh pemerintah saat itu dikatakan sebagai Gerakan Pengacau Kemanan (GPK). Munculnya gerakan perlawanan ini sudah ada semenjak Timor-Timur bergabung ke dalam bingkai NKRI pada tahun 1975 namun integrasi wilayah ini oleh sebagian rakyat Timor-Timur saat itu tidak diinginkan sehingga memunculkan perlawanan terhadap kedudukan pemerintah Indonesia di Timor-Timur.  ABRI (TNI-POLRI sekarang) sebagai pengawal dan penjaga kedaulatan Negara selanjutnya ditugaskan untuk meredam berbagai macam gerakan perlawanan yang timbul saat itu, salah satunya dengan cara membuat komando militer dan juga mengirimkan pasukan dari berbagai macam daerah di Indonesia ke wilayah tersebut.
Komando teritorial di wilayah Timor-Timur saat itu ialah Koman…

Kemaritiman di Indonesia Dahulu dan Kini

Oleh: M. Alfian Nugraha Fauzi

“Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa”
Penggalan lirik lagu tersebut mungkin tidak asing bagi kita, lirik yang menggambarkan betapa hebatnya nenek moyang bangsa Indonesia yang sejak dahulu dikenal sebagai bangsa penjelajah dan berhasil mengarungi samudera. Patut diakui sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari belasan ribu pulau serta memiliki lautan yang luas, Indonesia sudah sepatutnya memfokuskan diri dalam bidang kemaritiman. Namun kata “Maritim” seolah tenggelam dibawah bayang-bayang kata “Agraris” yang terlanjur melekat di ingatan banyak orang di Indonesia. Arti kata “Maritim” sendiri berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia yaitu berkenaan dengan laut, berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut. Merujuk kepada arti kata maritim tersebut maka tidak dapat dipungkiri semua aktifitas pelayaran dan perdagangan di laut pada masa lalu pernah dilakukan…

Keberhasilan WNI Asal Timor-Timur di Indonesia

Timor-Timur memang sudah memisahkan diri dari NKRI pada tahun 1999 setelah sebelumnya diadakan Jajak Pendapat oleh PBB yang dimenangkan oleh kelompok Pro Kemerdekaan. Provinsi ini lebih memilih untuk berpisah setelah berintegrasi dengan NKRI selama 23 tahun. Daerah ini resmi menjadi sebuah Negara yang berdaulat pada tahun 2002 dengan nama Timor Leste. Lepasnya provinsi ke-27NKRI ini sebenarnya sangat disayangkan karena pengorbanan yang telah dilakukan selama wilayah ini masih bergabung dengan NKRI. Dengan lepasnya wilayah ini menyebabkan banyak eksodus warga Timor-Timur baik pendatang maupun penduduk asli ke wilayah Indonesia terutama ke wilayah Nusa Tenggara Timur.  Tidak sedikit penduduk asli Timor-Timur yang kemudian tetap menjadi WNI dan tinggal di sekitar wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Kini setelah lima belas tahun meninggalkan tanah kelahiran mereka, kehidupan WNI asal Timor-Timur sebagian besar masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Banyak pula yang masih…