Langsung ke konten utama

Perwira TNI/Polri Putra Daerah Timor-Timur


Meskipun Timor-Timur sudah bukan lagi menjadi bagian dari wilayah NKRI namun banyak masyarakat asli Timor-Timur yang tetap setia menjadi Warga Negara Indonesia bahkan tidak sedikit pula yang bergabung menjadi anggota TNI/POLRI ketika wilayah tersebut masih menjadi Provinsi ke-27 Republik Indonesia.dan menjadi perwira serta memegang posisi penting di kedua institusi tersebut. Berikut ini beberapa perwira TNI/POLRI yang berasal dari putra asli daerah Timor-Timur.

Perwira TNI

1. Kolonel Inf. Joao Xavier Barreto Nunes
Perwira kelahiran Bobonaro ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1991, ia merupakan salah satu perwira TNI asal Timor-Timur yang berhasil mencapai pangkat perwira menengah. Jabatan penting yang pernah dipegangnya adalah sebagai Komandan Kodim Salatiga kemudian  Kasi Ops Korem 072/Pamungkas di Kodam IV/Diponegoro selanjutnya Kasi Ops Korem 091/ASN di Kodam VI Mulawarman dan kini ia menjabat sebagai Kajasdam VI Mulawarman.

2. Letkol Inf Eusebio Hornay Rebello
Perwira satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1991, Jabatan penting yang pernah dipegangnya adalah sebagai Komandan Detasemen Intel Kodam XVII Cenderawasih, Komandan Kodim Timor-Tengah Utara selanjutnya Kasi Intel Korem 161/Wirasakti di Kodam IX Udayana, kini ia sudah pensiun dini dan berkarir di bidang politik sebagai Wakil Akademi bela Negara Partai Nasdem.

3. Letkol Inf (Anumerta) Octavio Victor Da Silva
Almarhum merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1992, Jabatan yang pernah dipegangnya adalah sebagai Kasi Teritorial Korem 172/Praja Wira Yakti di Kodam XVII Cenderawasih, terakhir beliau bertugas sebagai Cohort 1 AW Universitas Pertahanan.

4. Kolonel Inf Antoninho Rangel da Silva
Perwira satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1992, jabatan yang pernah dipegangnya adalah sebagai Komandan Kodim Salatiga kemudian  Kasi Intel Korem 101/Antasari di Kodam VI/Mulawarman selanjutnya bertugas di Depenas sebagai Staf Khusus Kabasuskor TNI Polri Depenas Bidang Angakatan Laut Akomtipus dan kini ia bertugas sebagai Staf ahli Pangdam bidang Mananjemen dan Sishaneg Kodam IX Udayana.

5. Kolonel Inf Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte
Perwira satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) tahun 1993 dan berasal dari kesatuan Kopassus, ia juga salah satu perwira TNI asal Timor-Timur yang telah mencapai pangkat perwira menengah dan sebagian besar bertugas di kesatuan Kopassus. Tugas yang pernah dipegang olehnya ialah pernah bertugas di Gultor 81, PBU Athan Kedubes RI di  Amerika Serikat dan  Kapokbungkol Spri Panglima TNI. Kini ia menjabat sebagai Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Inggris.

6. Mayor Inf Pedro Soares Sarmento
Perwira kelahiran Viqueque ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1995, jabatan yang pernah dipegangnya yaitu sebagai Wakil Komandan Batalyon 403/Wirasada Pratista, selanjutnya ia bertugas sebagai Kasubdep Pengnis Opsgab Deptik, Pusdikif Pussenif Kodiklat TNI-AD.

7. Mayor Inf Augusto Moniz Lopes
Perwira satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1998, jabatan yang pernah dipegangnya yaitu sebagai Wakil Komandan Kodim Tanah Grogot.

8. Mayor Inf Dominggus Lopes
Perwira satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1998, jabatan yang pernah dipegangnya yaitu sebagai Wakil Komandan Kodim Nunukan.

9. Mayor Cpm Joao Cesar Corte Real
Perwira satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 2000, jabatan yang pernah dipegangnya yaitu sebagai Wakil Komandan Sub Detasemen Polisi Militer III/3 Cirebon dan kini ia bertugas sebagai Wakil Komandan Batalyon Polisi Militer (Pomad).

10. Mayor Caj Victor Junior de Araujo
Perwira satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 2000 dan saat ini bertugas di almamater Akademi Militer Magelang.

11. Kapten Inf Akilis Do Carmo
Perwira satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 2002, jabatan yang pernah dipegangnya yaitu sebagai Perwira Seksi Intel Yonif 643/Wanara Sakti.

12. Kapten Inf Camilo Do Santos
Perwira pertama ini pernah menjabat sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 745/Sampada Yudha Bhakti, kini ia menjabat sebagai Danramil Sulamu, Kupang. 

13. Letda Cpm Pedro Pinto Boavida
Perwira pertama ini  kini menjabat sebagai Wadan Satlak Hartib Denpom Jaya/I Tangerang.

14. Mayor Kal Jose Fernando Lopes Ximenez
Perwira TNI-AU ini merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 2001, jabatan yang pernah dipegangnya yaitu Kepala Primkop Lanud El-Tari dan jabatannya saat ini sebagai Kepala Dinas Logistik Lanud El-Tari Kupang.

15. Mayor Tek Louis Betrams V. Da Costa
Perwira TNI-AU ini merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 2000, jabatan yang pernah dipegangnya yaitu Kepala Seksi Pemeliharaan Skadron 4 Lanud Abdurrahman Saleh.

Perwira POLRI

1. Kombes Pol. Deonijiu Fatima
Perwira Polri kelahiran Aileu ini merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1996, sebelum masuk Akpol ia pernah bertugas sebagai anggota Paskibraka Nasional dalam HUT Upacara Kemerdekaan di Istana Merdeka mewakili Provinsi Timor-Timur. Ia merupakan salah satu perwira Polri asal Timor-Timur yang berhasil mencapai pangkat perwira menengah. Jabatan penting yang pernah dipegangnya adalah sebagai Kepala Detasemen A Brimob Polda Metro Jaya kemudian bertugas sebagai Dansat Wanteror Pasgegana Korbrimob Polri dan kini ia menjabat sebagai Kasat Brimob Polda Nusa Tenggara Timur.

2. AKBP Januario Jose Morais
Perwira Polri kelahiran Baucau ini merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1998, Ia merupakan salah satu perwira Polri asal Timor-Timur yang berhasil mencapai pangkat perwira menengah. Jabatan penting yang pernah dipegangnya adalah sebagai Kepala Detasemen C Sat III Pelopor Korps Brimob Polri. Kemudian ia bertugas sebagai Kapolres Dairi dan kini ia menjabat sebagai Kapolres Bungo di Polda Jambi.

3. Kompol Jose DC Conceicao
Perwira Polri kelahiran Lospalos ini merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2001, Ia merupakan salah satu perwira Polri asal Timor-Timur yang berhasil mencapai pangkat perwira menengah. Jabatan penting yang pernah dipegangnya adalah sebagai Kapolsek Bagansiapiapi. Kemudian ia bertugas sebagai Kasat Narkoba Polres Dumai selanjutnya Kasat Reskrim Polres Rohil dan Kapolsek Bagansinembah serta Kapolsek Mandau hingga Kanit 1 Pamobvit Polda Riau selanjutnya ia bertugas sebagai Wakapolres Kuansing dan Pelalawan dan kini ia bertugas sebagai PS.Kasubnit 2 Dit Resnarkoba Polda Riau.

4. Ipda Pol Oscar Pinto Ribeiro
Perwira pertama Polri ini sebelumnya bertugas sebagai Kaur Bin Ops Narkoba Polres Belu, kini ia menjabat sebagai Kapolsek Laenmanen di Polres yang sama.

Walaupun tanah kelahiran mereka bukan lagi menjadi bagian dari NKRI namun kecintaan kepada tanah air membuat mereka tetap setia kepada merah putih..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Ksatria Lembah Tidar yang gugur di Timor-Timur

Ketika masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Timor-Timur merupakan provinsi temuda atau Provinsi ke-27 NKRI. Namun selama hampir 23 tahun bergabung dengan Indonesia, provinsi ini selalu bergejolak dengan munculnya gerakan perlawanan yang oleh pemerintah saat itu dikatakan sebagai Gerakan Pengacau Kemanan (GPK). Munculnya gerakan perlawanan ini sudah ada semenjak Timor-Timur bergabung ke dalam bingkai NKRI pada tahun 1975 namun integrasi wilayah ini oleh sebagian rakyat Timor-Timur saat itu tidak diinginkan sehingga memunculkan perlawanan terhadap kedudukan pemerintah Indonesia di Timor-Timur.  ABRI (TNI-POLRI sekarang) sebagai pengawal dan penjaga kedaulatan Negara selanjutnya ditugaskan untuk meredam berbagai macam gerakan perlawanan yang timbul saat itu, salah satunya dengan cara membuat komando militer dan juga mengirimkan pasukan dari berbagai macam daerah di Indonesia ke wilayah tersebut.
Komando teritorial di wilayah Timor-Timur saat itu ialah Koman…

Kemaritiman di Indonesia Dahulu dan Kini

Oleh: M. Alfian Nugraha Fauzi

“Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa”
Penggalan lirik lagu tersebut mungkin tidak asing bagi kita, lirik yang menggambarkan betapa hebatnya nenek moyang bangsa Indonesia yang sejak dahulu dikenal sebagai bangsa penjelajah dan berhasil mengarungi samudera. Patut diakui sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari belasan ribu pulau serta memiliki lautan yang luas, Indonesia sudah sepatutnya memfokuskan diri dalam bidang kemaritiman. Namun kata “Maritim” seolah tenggelam dibawah bayang-bayang kata “Agraris” yang terlanjur melekat di ingatan banyak orang di Indonesia. Arti kata “Maritim” sendiri berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia yaitu berkenaan dengan laut, berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut. Merujuk kepada arti kata maritim tersebut maka tidak dapat dipungkiri semua aktifitas pelayaran dan perdagangan di laut pada masa lalu pernah dilakukan…

Keberhasilan WNI Asal Timor-Timur di Indonesia

Timor-Timur memang sudah memisahkan diri dari NKRI pada tahun 1999 setelah sebelumnya diadakan Jajak Pendapat oleh PBB yang dimenangkan oleh kelompok Pro Kemerdekaan. Provinsi ini lebih memilih untuk berpisah setelah berintegrasi dengan NKRI selama 23 tahun. Daerah ini resmi menjadi sebuah Negara yang berdaulat pada tahun 2002 dengan nama Timor Leste. Lepasnya provinsi ke-27NKRI ini sebenarnya sangat disayangkan karena pengorbanan yang telah dilakukan selama wilayah ini masih bergabung dengan NKRI. Dengan lepasnya wilayah ini menyebabkan banyak eksodus warga Timor-Timur baik pendatang maupun penduduk asli ke wilayah Indonesia terutama ke wilayah Nusa Tenggara Timur.  Tidak sedikit penduduk asli Timor-Timur yang kemudian tetap menjadi WNI dan tinggal di sekitar wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Kini setelah lima belas tahun meninggalkan tanah kelahiran mereka, kehidupan WNI asal Timor-Timur sebagian besar masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Banyak pula yang masih…