Tuesday, January 21, 2014

Perjalanan Tak Sengaja ke Bojong Kokosan

Pada saat Idul Adha kemarin saya dan keluarga berkunjung ke Sukabumi untuk merayakan lebaran haji disana sekaligus mengunjungi keluarga ayah saya. Maklum sudah hampir tiga tahun kami sekeluarga tidak mengunjungi saudara kami di Sukabumi tepatnya di daerah Cibadak. Saya jelas sangat senang  sekali begitu tahu kami akan ke Sukabumi, soalnya bisa sambil jalan-jalan juga disana, hehehe…. Kami berada di Sukabumi selama dua hari satu malam dan berangkat dari rumah di Tangerang sehari sebelum lebaran, kami pun menginap di rumah uwa. Besoknya kami pun shalat ied di salah satu masjid di daerah Karang Tengah, Cibadak. Saya begitu senang bisa shalat ied di Sukabumi karena udaranya sejuk, maklum kami shalat di lapangan jadi udara pun begitu terasa sejuk. Selain itu yang bikin senang salah satunya adalah mojang Sukabumi anu geulis pisan yang pada ikut shalat juga, hehe….



Setelah selesai shalat saya dan keluarga kemudian pulang ke rumah untuk siap-siap menuju ke rumah saudara yang lain sekalian mau lihat sapi dipotong. Bayangan saya dari sejak di Tangerang adalah ingin jalan-jalan setiba di Sukabumi. Tapi ternyata semuanya batal karena sapi yang dipotong tak kunjung dipotong hingga siang hari sehingga kami pun batal untuk jalan-jalan ke tempat wisata di Sukabumi yang terkenal yaitu Pelabuhan Ratu. Rencana tinggal rencana ternyata, singkat cerita perjalanan ke Pelabuhan Ratu pun batal sampai ketika siang harinya kami memutuskan untuk pulang ke Tangerang untuk menghindari macet. Maklum akses menuju Jakarta hanya satu dan sering terkena macet makanya kami memutuskan untuk pulang cepat-cepat. Sebenarnya kesal juga sih kalau dipikir-pikir maksud hati ingin ke Pelabuhan Ratu tapi apalah daya.. ya sudahlaahh..



Ketika dalam perjalanan pulang ke Tangerang, saya teringat akan sebuah situs bersejarah yang  sebelumnya sudah saya ketahui namun belum pernah sekalipun saya kunjungi. Situs bersejarah itu dahulunya adalah lokasi tempat pertempuran antara pejuang kita dengan tentara sekutu/inggris pada tahun 1945. Peristiwa tersebut dikenal dengan nama Peristiwa Bojongkokosan atau Pertempuran Bojongkokosan. Langsung saja saya memberitahu orang tua dan adik saya untuk berkunjung ke lokasi itu dan ternyata mereka semua mengiyakan, saya sangat senang sekali mendengarnya maklum saya ini sangat menyukai sejarah. Setelah beberapa saat kami pun tiba di lokasi tersebut dan langsung masuk ke area situs tersebut. Ternyata lokasi tersebut dijadikan ajang muda-mudi untuk memadu kasih, memang bikin iri saja mereka, hehehe… 

Begitu masuk ke situs tersebut langsung saja saya mengabadikan semua yang ada di lokasi tersebut. Di situs itu terdapat monumen perjuangan ketika menghadapi tentara sekutu pada saat itu kemudian terdapat pula replika tank yang terdapat di area tersebut. Ternyata di lokasi situs tersebut terdapat juga museum yang mempunyai koleksi diantaranya adalah senjata kuno kemudian foto-foto pelaku pertempuran bojongkokosan kemudian diorama pertempuran dan nama-nama pejuang yang gugur dalam peristiwa tersebut. Lokasi situs bojongkokosan tersebut sangat sejuk karena memang terdapat hutan yang dikelola oleh petugas museum, hanya memang ada beberapa yang perlu diperhatikan oleh pemerintah mengenai lokasi situs bersejarah tersebut yang kurang begitu terawat. Mudah-mudahan pemerintah ke depannya dapat memperhatikan situs ini. 



Akhirnya kunjungan saya ke museum pun berakhir setelah sebelumnya melihat-lihat apa saja yang ada di museum tersebut. Kegagalan menuju Pelabuhan Ratu pun terobati dengan berkunjung ke situs Bojongkokosan dan rasa penasaran selama bertahun-tahun pun terlaksana sudah. Saya sekeluarga kemudian meninggalkan lokasi menuju Tangerang kembali dengan perasaan yang senang dan berharap suatu saat bisa kembali berkunjung ke Bojongkokosan lagi.



No comments:

Post a Comment

Bangunan Peninggalan Belanda di Tangerang

Penjajahan Belanda di Indonesia yang telah berlangsung hingga ratusan tahun lamanya tentu meninggalkan bukti-bukti sejarah yang tidak se...