Friday, July 7, 2017

Palacio do Governo Dili



Kota Dili merupakan kota terbesar di Timor Leste sekaligus menjadi ibukota Negara tersebut. Kota Dili dapat dikatakan sebagai kota yang telah melalui tiga zaman pemerintahan pada masanya yaitu zaman Portugal, zaman Indonesia dan kini zaman Timor Leste dimana kota ini menjadi pusat pemerintahan Negara tersebut. Itulah sebabnya kota Dili menyimpan berbagai macam bangunan bersejarah dari zaman Portugal hingga zaman Indonesia yang hingga kini menghiasi kota tersebut. Sebagai kota yang telah berumur “panjang” tentunya bangunan bersejarah tersebut semakin mempercantik indahnya kota Dili walaupun pasca “Jajak Pendapat” beberapa bangunan tersebut ada yang dibakar dan dirusak.
Di zaman Indonesia
Salah satu bangunan tua peninggalan Portugal yang saat ini menjadi saksi perjalanan panjang kota Dili yaitu Istana Perdana Menteri Timor Leste atau Palacio do Governo. Bangunan yang dibangun pada dekade 1960an ini termasuk bangunan terbesar yang pernah dibangun oleh pemerintah Portugal di Timor Portugis (nama lain Timor Leste pada masa Portugal) selain itu letaknya yang berada di tepi pantai kota Dili semakin menambah keindahan bangunan ini. Ketika zaman Portugal bangunan ini digunakan sebagai Istana Gubernur Timor Portugis, selain itu pada masanya Parade militer Portugal selalu ditampilkan di halaman depan bangunan oleh Tentara Portugal/Tropaz. Kekuasaan Portugal berakhir  tahun 1975 setelah sebelumnya terjadi Revolusi Bunga di Portugal tahun 1974 tentang dekolonisasi di koloni Portugal dan Lemos Pires menjadi gubernur Timor Portugis terakhir yang menempati bangunan tersebut, dengan itu pula kekuasaan Portugal berakhir setelah berkuasa selama hampir 420 tahun.
Di zaman Portugal

Pada tahun 1976, Timor Portugis menjadi bagian dari Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadi Provinsi ke-27 dengan nama Provinsi Timor-Timur dengan Dili sebagai ibukota provinsi. Ketika zaman Indonesia bangunan ini digunakan sebagai Kantor Gubernur KDH Tingkat I Provinsi Timor-Timur. Gubernur Timor-Timur pertama yang menempati bangunan ini ialah Arnaldo dos Reis Araujo dan berikutnya Guilherme Maria Goncalves serta Mario Viegas Carrascalao yang memerintah selama dua periode hingga gubernur terakhir Abilio Jose Osorio Soares. Pada masanya upacara hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus selalu dilaksanakan pula di halaman depan bangunan kantor gubernur ini. Kekuasaan Indonesia harus berakhir setelah adanya Jajak Pendapat yang dilaksanakan pada tahun 1999 yang dimenangkan oleh Pro kemerdekaan dan dengan itu berakhir pula fungsi bangunan ini sebagai kantor gubernur Timor-Timur.

Pasca jajak pendapat, Xanana Gusmao pernah berpidato setelah kembali dari masa penahanannya di Indonesia. selanjutnya bangunan ini digunakan sebagai kantor UNTAET atau badan pengawas PBB yang bertugas menjalankan pemerintahan transisi di Timor-Timur yang saat itu diketuai oleh Sergio Vieira de Melo. Masa tugas UNTAET di Timor-Timur berakhir pada tahun 2002 setelah bertugas selama tiga tahun dari sejak 1999. Pada saat Negara Timor Leste terbentuk tahun 2002 bangunan ini digunakan sebagai Istana Perdana Menteri Timor Leste dengan Perdana Menteri pertama yaitu Mari Al-Katiri hingga Perdana Menteri saat ini yaitu Rui Maria de Araujo. Saat ini bangunan Palacio do Governo tidak hanya menjadi istana Perdana Menteri saja namun juga menjadi salah satu destinasi wisata di Timor Leste.

Sumber gambar: - The Dili Insider 
                               - Geocities-Timor Leste links

No comments:

Post a Comment

Bangunan Peninggalan Belanda di Tangerang

Penjajahan Belanda di Indonesia yang telah berlangsung hingga ratusan tahun lamanya tentu meninggalkan bukti-bukti sejarah yang tidak se...