Langsung ke konten utama

TMP Taruna-Tangerang

Tugu di TMP Taruna
Tangerang dengan perkembangannya saat ini yang pesat ternyata memiliki tempat-tempat yang bernilai historis tinggi salah satunya ialah Taman Makam Pahlawan (TMP) Taruna Tangerang yang terletak di pusat kota Tangerang. TMP Taruna sendiri merupakan salah satu TMP yang terletak di wilayah Tangerang, selain TMP Bahagia, Pondok Aren dan TMP Seribu, Serpong. Ada pula makam pahlawan yang terletak di Desa Tanah Merah Kec. Sepatan Timur yang berjumlah 3 makam yang kondisinya saat ini kurang begitu terawat. 

Makam Daan Mogot


Letaknya yang berada di pinggir jalan Daan Mogot dan tidak jauh dari Masjid Raya Al-Azhom Tangerang menjadikan TMP ini mudah terlihat oleh banyak orang. TMP Taruna merupakan tempat persemayaman para Taruna dari Akademi Militer Tangerang/Militaire Academie Tangerang yang gugur dalam Peristiwa Lengkong pada tanggal 25 Januari 1946 di daerah Serpong Tangerang Selatan. Mereka yang dimakamkan di tempat tersebut diantaranya yaitu Taruna Syauket Salim, anak dari Haji Agus Salim dan Mayor Daan Mogot beserta dua perwira yaitu Letnan Satu Soebianto Djojohadikusumo dan  Letnan Satu Sotopo. Taruna Soejono Djojohadikusumo dan Letnan Satu Soebianto Djojohadikusumo merupakan anak dari pendiri bank BNI Margono Djojohadikusumo. Tanggal peristiwa tersebut sekarang selalu diperingati sebagai hari Bhakti Taruna.

Deretan makam-makam di TMP Taruna
Ada sekitar 36 makam yang terdapat di TMP Taruna dimana terdapat sebuah tugu yang memuat nama-nama Taruna dan Periwira yang gugur dalam Peristiwa Lengkong. Selain itu terdapat pula sebuah bangunan yang berfungsi sebagai kantor LVRI Kota Tangerang. Kondisi TMP Taruna relatif terawat bahkan disaat-saat tertentu selalu digunakan oleh siswa untuk latihan baris-berbaris. 
Nama para pahlawan yang gugur


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Ksatria Lembah Tidar yang gugur di Timor-Timur

Ketika masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Timor-Timur merupakan provinsi temuda atau Provinsi ke-27 NKRI. Namun selama hampir 23 tahun bergabung dengan Indonesia, provinsi ini selalu bergejolak dengan munculnya gerakan perlawanan yang oleh pemerintah saat itu dikatakan sebagai Gerakan Pengacau Kemanan (GPK). Munculnya gerakan perlawanan ini sudah ada semenjak Timor-Timur bergabung ke dalam bingkai NKRI pada tahun 1975 namun integrasi wilayah ini oleh sebagian rakyat Timor-Timur saat itu tidak diinginkan sehingga memunculkan perlawanan terhadap kedudukan pemerintah Indonesia di Timor-Timur.  ABRI (TNI-POLRI sekarang) sebagai pengawal dan penjaga kedaulatan Negara selanjutnya ditugaskan untuk meredam berbagai macam gerakan perlawanan yang timbul saat itu, salah satunya dengan cara membuat komando militer dan juga mengirimkan pasukan dari berbagai macam daerah di Indonesia ke wilayah tersebut.
Komando teritorial di wilayah Timor-Timur saat itu ialah Koman…

Kemaritiman di Indonesia Dahulu dan Kini

Oleh: M. Alfian Nugraha Fauzi

“Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa”
Penggalan lirik lagu tersebut mungkin tidak asing bagi kita, lirik yang menggambarkan betapa hebatnya nenek moyang bangsa Indonesia yang sejak dahulu dikenal sebagai bangsa penjelajah dan berhasil mengarungi samudera. Patut diakui sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari belasan ribu pulau serta memiliki lautan yang luas, Indonesia sudah sepatutnya memfokuskan diri dalam bidang kemaritiman. Namun kata “Maritim” seolah tenggelam dibawah bayang-bayang kata “Agraris” yang terlanjur melekat di ingatan banyak orang di Indonesia. Arti kata “Maritim” sendiri berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia yaitu berkenaan dengan laut, berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut. Merujuk kepada arti kata maritim tersebut maka tidak dapat dipungkiri semua aktifitas pelayaran dan perdagangan di laut pada masa lalu pernah dilakukan…

Keberhasilan WNI Asal Timor-Timur di Indonesia

Timor-Timur memang sudah memisahkan diri dari NKRI pada tahun 1999 setelah sebelumnya diadakan Jajak Pendapat oleh PBB yang dimenangkan oleh kelompok Pro Kemerdekaan. Provinsi ini lebih memilih untuk berpisah setelah berintegrasi dengan NKRI selama 23 tahun. Daerah ini resmi menjadi sebuah Negara yang berdaulat pada tahun 2002 dengan nama Timor Leste. Lepasnya provinsi ke-27NKRI ini sebenarnya sangat disayangkan karena pengorbanan yang telah dilakukan selama wilayah ini masih bergabung dengan NKRI. Dengan lepasnya wilayah ini menyebabkan banyak eksodus warga Timor-Timur baik pendatang maupun penduduk asli ke wilayah Indonesia terutama ke wilayah Nusa Tenggara Timur.  Tidak sedikit penduduk asli Timor-Timur yang kemudian tetap menjadi WNI dan tinggal di sekitar wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Kini setelah lima belas tahun meninggalkan tanah kelahiran mereka, kehidupan WNI asal Timor-Timur sebagian besar masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Banyak pula yang masih…