Langsung ke konten utama

Keberhasilan WNI Asal Timor-Timur di Indonesia

Timor-Timur memang sudah memisahkan diri dari NKRI pada tahun 1999 setelah sebelumnya diadakan Jajak Pendapat oleh PBB yang dimenangkan oleh kelompok Pro Kemerdekaan. Provinsi ini lebih memilih untuk berpisah setelah berintegrasi dengan NKRI selama 23 tahun. Daerah ini resmi menjadi sebuah Negara yang berdaulat pada tahun 2002 dengan nama Timor Leste. Lepasnya provinsi ke-27  NKRI ini sebenarnya sangat disayangkan karena pengorbanan yang telah dilakukan selama wilayah ini masih bergabung dengan NKRI. Dengan lepasnya wilayah ini menyebabkan banyak eksodus warga Timor-Timur baik pendatang maupun penduduk asli ke wilayah Indonesia terutama ke wilayah Nusa Tenggara Timur. 
Tidak sedikit penduduk asli Timor-Timur yang kemudian tetap menjadi WNI dan tinggal di sekitar wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Kini setelah lima belas tahun meninggalkan tanah kelahiran mereka, kehidupan  WNI asal Timor-Timur sebagian besar masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Banyak pula yang masih di tinggal di barak-barak pengungsian dengan kondisi sarana dan prasarana yang seadanya. Namun tidak semua kehidupan WNI asal Timor-Timur berada dalam kondisi yang buruk, ada pula WNI asal Timor-Timur yang terbilang cukup sukses di Indonesia. mereka berasal dari berbagai latar belakang mulai dari bidang militer sampai politik.
Berikut ini adalah beberapa WNI asal Timor-Timur yang bisa dikatakan berhasil di dalam berbagai bidang.

1. Letkol Inf Joao Xavier Barreto Nunes
Pria kelahiran Bobonaro ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) 1991, ia merupakan salah satu perwira TNI asal Timor-Timur yang berhasil mencapai pangkat perwira menengah. Jabatan penting yang pernah dipegangnya adalah sebagai Komandan Kodim Salatiga kemudian  Kasi Ops Korem 072/Pamungkas di Kodam IV/Diponegoro selanjutnya Kasi Ops Korem 091/ASN di Kodam VI Mulawarman dan kini ia menjabat sebagai Kajasdam VI Mulawarman.

2. Letkol Inf Rui Fernando Guedes Palmeiras Duarte
Pria satu ini merupakan alumnus Akademi Militer (Akmil) tahun 1993, ia juga salah satu perwira TNI asal Timor-Timur yang telah mencapai pangkat menengah. Tugas yang pernah dipegang olehnya adalah PBU Athan Kedubes RI di  Amerika Serikat dan  Kapokbungkol Spri Panglima TNI. Kini ia menjabat sebagai Atase Pertahanan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Inggris.

3. Jose Antonio Morato Tavares
Pria kelahiran Balibo ini merupakan putra dari tokoh Pro Integrasi yaitu Joao Tavares. Ia sendiri berkarir di Kementerian Luar Negeri RI dan pernah menjabat sebagai Direktur Polkam ASEAN Kemlu. Kini ia telah menempati posisi barunya sebagai Duta Besar RI untuk Selandia Baru dan Samoa. Ia merupakan orang Timor-Timur ke-3 yang diangkat menjadi Dubes setelah sebelumnya ada Mario Viegas Carrascalao Dubes RI untuk Rumania dan FX Lopes da Cruz Dubes RI untuk Portugal.

4. Carlos de Fatima
Ia merupakan salah satu tokoh Pro Integrasi ketika Timor-Timur masih berintegrasi dengan Indonesia. Ia sendiri merupakan seorang  PNS dan pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Sumba Timur, kini ia menjabat sebagai Asisten Pengawas Kejati Nusa Tenggara Timur.

5. Basilio Araujo
Ia termasuk salah satu tokoh Pro Integrasi yang juga ikut berjuang agar Timor-Timur tetap dalam bingkai NKRI. Ia sendiri menamatkan S2 nya di Inggris dan pasca berpisahnya Timor-Timur ia pernah menempati posisi sebagai Kepala Divisi Kerjasama Organisasi Internasional Kementerian Dalam Negeri RI. Kini ia menjabat sebagai Asisten Deputi Koordinator Bidang Keamanan dan Ketahanan Maritim Kemenko Maritim RI.

6. Armindo Soares Mariano
Pria kelahiran Viqueque ini adalah salah satu tokoh Pro Integrasi  dan juga tokoh Golkar Timor-Timur yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tingkat I Timor-Timur terakhir. Kini ia menetap di Nusa Tenggara Timur dan menjadi anggota DPRD NTT.

7. Eurico Gutteres
Salah satu tokoh legendaris Pro Integrasi yang pernah menjabat sebagai wakil komandan PPI ini sudah tidak diragukan lagi kesetiaan terhadap NKRI. Kini setelah lepasnya Timor-Timur ia pun menetap di NTT bersama para WNI asal Tim-Tim lainnya. Ia kini menjabat sebagai Ketua DPD PAN Nusa Tenggara Timur dan kini mencalonkan diri sebagai Caleg DPR RI dari Provinsi NTT.

8. Florencio Mario Vieira
Tokoh muda kelahiran Lospalos ini tidak diragukan lagi kesetiaannya terhadap NKRI. Anak dari Claudio Vieira yang juga mantan Bupati Lospalos pertama ini kini mencalonkan diri menjadi Caleg DPR RI dari partai Gerindra untuk wilayah Provinsi NTT.

Sebenarnya masih banyak lagi tokoh-tokoh asal Timor-Timur yang terbilang sukses di Indonesia, namun hanya sebagian saja yang bisa dibagikan kepada para pembaca. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan bagi para pembaca sekalian….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Ksatria Lembah Tidar yang gugur di Timor-Timur

Ketika masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Timor-Timur merupakan provinsi temuda atau Provinsi ke-27 NKRI. Namun selama hampir 23 tahun bergabung dengan Indonesia, provinsi ini selalu bergejolak dengan munculnya gerakan perlawanan yang oleh pemerintah saat itu dikatakan sebagai Gerakan Pengacau Kemanan (GPK). Munculnya gerakan perlawanan ini sudah ada semenjak Timor-Timur bergabung ke dalam bingkai NKRI pada tahun 1975 namun integrasi wilayah ini oleh sebagian rakyat Timor-Timur saat itu tidak diinginkan sehingga memunculkan perlawanan terhadap kedudukan pemerintah Indonesia di Timor-Timur.  ABRI (TNI-POLRI sekarang) sebagai pengawal dan penjaga kedaulatan Negara selanjutnya ditugaskan untuk meredam berbagai macam gerakan perlawanan yang timbul saat itu, salah satunya dengan cara membuat komando militer dan juga mengirimkan pasukan dari berbagai macam daerah di Indonesia ke wilayah tersebut.
Komando teritorial di wilayah Timor-Timur saat itu ialah Koman…

Kemaritiman di Indonesia Dahulu dan Kini

Oleh: M. Alfian Nugraha Fauzi

“Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa”
Penggalan lirik lagu tersebut mungkin tidak asing bagi kita, lirik yang menggambarkan betapa hebatnya nenek moyang bangsa Indonesia yang sejak dahulu dikenal sebagai bangsa penjelajah dan berhasil mengarungi samudera. Patut diakui sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari belasan ribu pulau serta memiliki lautan yang luas, Indonesia sudah sepatutnya memfokuskan diri dalam bidang kemaritiman. Namun kata “Maritim” seolah tenggelam dibawah bayang-bayang kata “Agraris” yang terlanjur melekat di ingatan banyak orang di Indonesia. Arti kata “Maritim” sendiri berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia yaitu berkenaan dengan laut, berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut. Merujuk kepada arti kata maritim tersebut maka tidak dapat dipungkiri semua aktifitas pelayaran dan perdagangan di laut pada masa lalu pernah dilakukan…