Langsung ke konten utama

Kunjungan Bersama Siswa ke Bandung

Hari Kamis tanggal 30 Januari 2014 kemarin, saya baru saja melakukan kunjungan ke Universitas Padjadjaran di daerah Jatinangor bersama dengan anak-anak SMA di lembaga bimbingan belajar dimana saya mengajar. Kunjungan semacam ini memang acara tahunan yang biasa dilakukan oleh lembaga Bimbel dimana saya mengajar yaitu Primagama. Acara yang diberi nama “Visiting to University” ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa di lembaga bimbel ini tentang universitas yang dikunjungi. Dalam kunjungan ke Unpad ini kami mengunjungi dua fakultas yaitu F-MIPA dan Fakultas Kedokteran yang letaknya bersebelahan.

Dalam persiapan menuju Bandung ini saya sendiri sampai menginap di Primagama agar tidak telat datang ke lokasi, maklum karena memang rumah saya sedikit di pelosok. Saya menginap dengan Kacab saya yaitu pak iwan di Primagama BSD dari yang awalnya menginap di Primagama Jatiuwung. Saya pun berangkat menggunakan motor ke BSD menggunakan motor pak Iwan Jam setengah empat pagi kami pun berangkat ke lokasi keberangkatan menggunakan mobil menuju Jatiuwung.

Acara kunjungan ini sendiri diikuti oleh beberapa cabang Primagama dari Tangerang dan juga Bekasi. Saya sendiri berasal dari Primagama cabang Sangiang dan Jatiuwung dan diberi tugas untuk mendampingi siswa-siswa dari cabang itu. Kami sendiri berangkat dari tangerang sekitar pukul setengah enam pagi, padahal jadwal keberangkatan kami yang sebenarnya adalah jam lima kurang seperapat. Karena jalan tol di Cipularang amblas maka kami pun disuruh untuk berangkat pagi sekali. Namun sebelum berangkat karena bis yang kami gunakan penuh maka siswa dari sangiang terpaksa dipindahkan ke mobil Primagama dan berangkat dengan kepala cabang kami. Bis yang kami gunakan ternyata digunakan pula oleh siswa dari cabang Pasar Kemis dan Kotabumi dengan pendampingnya yaitu Kang Keni dan Mbak Nisa. Saya sendiri kemudian tetap di bis untuk mendampingi siswa dari Jatiuwung. 

Dalam perjalanan ternyata kami menemui banyak titik kemacetan maklum karena jam-jam seperti  itu adalah jam masuk kerja. Di dalam perjalanan saya sendiri tidak banyak berbicara karena memang masih dalam keadaan mengantuk karena pengaruh semalam bahkan sesekali saya pun tertidur. Begitu memasuki jalan tol Cipularang ternyata bis kami dialihkan menuju cikampek kemudian lanjut ke Sadang. Ternyata di jalur ini macetnya pun padat merayap sehingga kami pun telat sampai di Unpad, padahal kami harus tiba sekitar pukul sepuluh pagi. Namun kami baru tiba sekitar pukul setengah satu siang sehingga kunjungan ke F-MIPA pun tidak kami ikuti.
kami sendiri hanya kebagian melakukan kunjungan di Fakultas Kedokteran saja namun itu tidak mengurangi rasa antusias kami terhadap kunjungan ini. Kami pun mendengar penjelasan tentang FK Unpad dari perwakilan FK tersebut setelah itu kami pun diajak melihat ruang lab dan ruang anatomi. Mendengar penjelasan dari perwakilan FK tersebut saya menilai bahwa FK Unpad adalah salah satu FK terbaik di Indonesia. kunjungan ke FK ini adalah kunjungan terakhir di Unpad karena setelah itu kami pun bersiap untuk pulang.

Sebelum pulang kami berkunjung dulu ke Cihampelas tapi tunggu dulu ini bukan kunjungan ke Universitas seperti tadi melainkan kunjungan ke tempat belanja, hehehe…. Saya pun tidak mau ketinggalan juga  untuk berbelanja seperti anak-anak. Setelah berbelanja sekitar jam enam kami pun pulang kembali ke Tangerang dengan perasaan yang senang tentunya.
Buat saya pribadi acara semacam ini adalah yang pertama saya ikuti, karena memang saya sendiri baru satu bulan mengajar di tempat ini. Jadi baru saja masuk, saya ternyata sudah diajak untuk berpartisipasi dalam acara kunjungan ini dan saya sangat senang sekali tentunya. Terlebih lagi saya pun belum pernah ke Unpad dan jalan-jalan ke kota Bandung jadi. Namun yang paling utama adalah saya bisa sedikit berpartisipasi dalam acara yang dilakukan oleh Primagama ini dimana saya sekarang mengajar di tempat ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Para Ksatria Lembah Tidar yang gugur di Timor-Timur

Ketika masih menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Timor-Timur merupakan provinsi temuda atau Provinsi ke-27 NKRI. Namun selama hampir 23 tahun bergabung dengan Indonesia, provinsi ini selalu bergejolak dengan munculnya gerakan perlawanan yang oleh pemerintah saat itu dikatakan sebagai Gerakan Pengacau Kemanan (GPK). Munculnya gerakan perlawanan ini sudah ada semenjak Timor-Timur bergabung ke dalam bingkai NKRI pada tahun 1975 namun integrasi wilayah ini oleh sebagian rakyat Timor-Timur saat itu tidak diinginkan sehingga memunculkan perlawanan terhadap kedudukan pemerintah Indonesia di Timor-Timur.  ABRI (TNI-POLRI sekarang) sebagai pengawal dan penjaga kedaulatan Negara selanjutnya ditugaskan untuk meredam berbagai macam gerakan perlawanan yang timbul saat itu, salah satunya dengan cara membuat komando militer dan juga mengirimkan pasukan dari berbagai macam daerah di Indonesia ke wilayah tersebut.
Komando teritorial di wilayah Timor-Timur saat itu ialah Koman…

Kemaritiman di Indonesia Dahulu dan Kini

Oleh: M. Alfian Nugraha Fauzi

“Nenek moyangku seorang pelaut, gemar mengarung luas samudera menerjang ombak tiada takut menempuh badai sudah biasa”
Penggalan lirik lagu tersebut mungkin tidak asing bagi kita, lirik yang menggambarkan betapa hebatnya nenek moyang bangsa Indonesia yang sejak dahulu dikenal sebagai bangsa penjelajah dan berhasil mengarungi samudera. Patut diakui sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari belasan ribu pulau serta memiliki lautan yang luas, Indonesia sudah sepatutnya memfokuskan diri dalam bidang kemaritiman. Namun kata “Maritim” seolah tenggelam dibawah bayang-bayang kata “Agraris” yang terlanjur melekat di ingatan banyak orang di Indonesia. Arti kata “Maritim” sendiri berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia yaitu berkenaan dengan laut, berhubungan dengan pelayaran dan perdagangan di laut. Merujuk kepada arti kata maritim tersebut maka tidak dapat dipungkiri semua aktifitas pelayaran dan perdagangan di laut pada masa lalu pernah dilakukan…

Keberhasilan WNI Asal Timor-Timur di Indonesia

Timor-Timur memang sudah memisahkan diri dari NKRI pada tahun 1999 setelah sebelumnya diadakan Jajak Pendapat oleh PBB yang dimenangkan oleh kelompok Pro Kemerdekaan. Provinsi ini lebih memilih untuk berpisah setelah berintegrasi dengan NKRI selama 23 tahun. Daerah ini resmi menjadi sebuah Negara yang berdaulat pada tahun 2002 dengan nama Timor Leste. Lepasnya provinsi ke-27NKRI ini sebenarnya sangat disayangkan karena pengorbanan yang telah dilakukan selama wilayah ini masih bergabung dengan NKRI. Dengan lepasnya wilayah ini menyebabkan banyak eksodus warga Timor-Timur baik pendatang maupun penduduk asli ke wilayah Indonesia terutama ke wilayah Nusa Tenggara Timur.  Tidak sedikit penduduk asli Timor-Timur yang kemudian tetap menjadi WNI dan tinggal di sekitar wilayah perbatasan antara Indonesia dan Timor Leste. Kini setelah lima belas tahun meninggalkan tanah kelahiran mereka, kehidupan WNI asal Timor-Timur sebagian besar masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Banyak pula yang masih…